Uncategorized

(Buku) KESAKSIAN SAD

Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Mereka mayoritas hidup di provinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang. Menurut tradisi lisan suku Anak Dalam merupakan orang Maalau Sesat, yang m lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit Duabelas. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo. Tradisi lain menyebutkan mereka berasal dari Pagaruyung, yang mengungsi ke Jambi. Ini diperkuat kenyataan adat suku Anak Dalam punya kesamaan bahasa dan adat dengan suku Minangkabau, seperti sistem matrilineal (sumber: Wikipedia).

Karya Yudhi Nopriyadi anggota ASOSIASI PROFESI FOTOGAFI INDONESIA/APFI Pengda JAMBI, yang menyoal budaya Suku Anak Dalam, tradisi Orang Rimba sub kultur di Jambi ini menjadi bingkai cerita, yang digulirkan dalam catatan visual dokumenter, dengan gaya tutur visual reportase. Buku bisa dimiliki dengan cara Pre-order (permintaan khusus), dengan cara melayangkan permintaan ke: 085727082121

Uncategorized

Pembentukan Pengcab Tanjung Jabung Barat

Mengawali pembukaan tahun baru 2017, Ketua APFI Pengda Jambi, Dayu Agi Saputra dan pengurus daerah lainya, mengukuhkan pembentukan APFI Pengcab Tanjung Jabung Barat – Jambi, tanggal 25 Januari 2017.

Pengurus Cabang APFI Tanjung Jabung Barat, diketuai oleh Asri Angga, Sekretaris Fauzal Amri,dan Sutrisno duduk sebagai Bendahara. Kepengurusan berlaku dengan masa bakti 25 Januari 2017 hingga 25 Januari 2020.

Uncategorized

JAMBI PHOTO WEEK 2016

Mengundang seluruh fotografi di Indonesia, bergabung di event “Jambi Photo Week 2016” sepanjang bulan Agustus 2016. Event yang diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) Penda Jambi dan Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, mengambil tempat di tiga kota Jambi, merupakan kegiatan fotografi nasional dari 13 hingga 20 Agustus 2016. Diantaranya Pameran foto Pariwisata Kerinci, Lomba Fotografi Online Pesona Kerinci, Lomba Fotografi Model, Workshop, Foto Trip yang menghadirkan mentor fotografi nasional; Ray Bachtiar Dradjat, Denny Herliyanso, dan Ebbie Vebri Adrian.

1. PAMERAN FOTO PARIWISATA KERINCI @Jamtos 13-19 Agustus 2016.
Empat Fotografer Nasional Ebbie V Adrian, Denny Herlianso, Ray Bachtiar, Hendi Fresco dan anggota APFI se indonesia serta komunitas Asal Jepret kerinjti. Empat Fotografer Nasional Ebbie V Adrian, Denny Herlianso, Ray Bachtiar, Hendi Fresco dan anggota APFI se indonesia serta komunitas Asal Jepret Kerinci.

2. LOMBA FOTOGRAFI ON LINE PESONA KERINCI 10-20 Agustus 2016.
BERHADIAH jutaan Rupiah Kamera dan Printer.

3. LOMBA FOTOGRAFI Modelling di area pameran Foto Pesona kerinci @Jamtos 16 Agustus 2016.
BERHADIAH jutaan Rupiah. Model dari Ibukota Jakarta.

4. WORKSHOP FOTOGRAFI “Visual Art” bersama Denny Herlianso chief Editor dan FG Senior Femina Group @Tempoa Resto 17 Agustus 2016.

5. PHOTO TRIP 10 FG Nasional yang akan dibawa keliling kerinci H- 2 Festival Danau Kerinci 18-21 Agustus 2016 untuk penguatan acara Festival dengan menggandeng akun IG #TauJambi dengan 30rb follower yg siap merepost foto 10 Fg nasional yg posting langsung di IG nya dr foto2 destinasi yang dikunjungi.

6. WORKSHOP FOTOGRAFI bersama Ray Bachtiar “Rebranding Pariwisata melalui Fotografi” @Mess Pemda Danau Kerinci 20 Agustus 2016.

7. LOMBA FOTO in the spot festival Danau Kerinci 20 Agustus 2016 Berhadiah Jutaan Rupiah, Kamera dan Printer.

8. WORKSHOP FOTOGRAFI Ebbie Vebri Adrian.
FG Perjalanan Nasional dengan karya 34 provinsi melalui buku foto terlarisnya Indonesia World of Treasure. 21 Agustus 2016 @ Amaris Hotel Muaro Bungo.

Brosur Jambi Photo Week 2016

JPW-Pameran Foto

JPW-Workshop-Foto Layak Jual

JPW-Workshop-Visual Arts

Informasi hub: Caki 0852 2002 7538

Uncategorized

Kompetisi Fotografi Batanghari 2015

Event tahunan yang diselenggarakan oleh Disbudpar Pemrov Jambi mengambil tempat di kawasan Taman Tanggo Rajo, tepian Batanghari, selalu menarik minat pemotret. Melalui Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia Pengda Jambi, menyelenggarakan foto kompetisi (28/11, 2015). Diikuti oleh ratusan peserta, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, profesional hingga pehobi yang berasal dari kabupaten dan kota Jambi sekitarnya. Para pemenang kompetisi didominasi kawan-kawan dari kabupaten, menandakan aktifitas fotografi sekarang merata diseluruh provinsi Jambi.

Para peserta melakukan pemotretan serentak selama dua hari, difasilitasi panitia menggunakan perahu terbuka, dan beberapa lokasi pertunjukan budaya yang diperuntukan kompetisi ini. Meskipun panas dan bahaya terjatuh dari perahu, peserta begitu menikmati kegiatan ini, bahkan berharap bisa diselenggarakan kembali tahun depan.

Pemenang ditentukan oleh sistem penjurian terbuka, bisa disaksikan langsung oleh peserta kompetisi. Dibagi menjadi enam tema dengan juara pertama sebagai berikut: Kategori Pemotretan Malam dimenangkan oleh Rahmad Basuki, Lanskap oleh Rana Bumi, Kategori Budaya Rizky Prasetyo, Kategori Manusia oleh Caki, Destinasi oleh M. Marantio dan Model Etnik dimenangkan oleh M. Irza.

Event ini menjadi pemicu eksistensi APFI Pengda Jambi, turut berkiprah dan mengikat silaturahmi pemotret Jambi, untuk memprkuat fotografi nasional. (sumber: FB Apfi Jambi, edit oleh Admin)

Uncategorized

Catatan Dari Pelaksanaan Uji Kompetensi Fotografi Penda Jambi

Editorial Uji kompetensi Level 3 Fresco Photo Learn 17 Oktober 2015
CATATAN DARI PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI FOTOGRAFI JAMBI

Sejarah Fotografi Indonesia telah menambahkan halaman baru dengan mencatatkan Uji Kompetensi bidang Fotografi yang diadakan pertama kalinya di Jambi pada 17 Oktober 2015. Uji kompetensi ini adalah langkah lanjutan dari perjalanan panjang penyusunan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bidang Fotografi sejak awal tahun 2014 lalu. Sesuai dengan KKNI, Uji kompetensi fotografi ini lebih diarahkan pada para profesional yang tidak melalui jenjang pendidikan formal bidang fotografi.

Untuk itu negara menghadirkan dirinya untuk memfasilitasi pengakuan kualifikasi profesi yang sah untuk para profesional yang selama ini belajar secara otodidak ataupun melalui lembaga kursus non formal yang belum distandarisasi. Dikarenakan proses pembelajaran yang belum distandarisasi, pada uji kompetensi pertama ini muncul beberapa permasalahan, utamanya adalah masalah bahasa dan penggunaan istilah fotografi. Namun disitulah kearifan penguji kompetensi diuji, asalkan dengan maksud yang sama dengan kunci jawaban tentu bisa dibenarkan.

Pada uji kompetensi ini, benar-benar terlihat kematangan peserta ketika berhadapan dengan penguji. Mereka yang sudah berpengalaman dibidang fotografi pun mengalami permasalahan kepercayaan diri, apalagi bagi peserta yang hanya punya persiapan dengan menghafal teori, yang belajar secara -maaf-“karbitan”, yang selama ini karyanya selalu dapat penghargaan dan disukai di media sosial. Artinya, keberhasilan untuk melewati uji kompetensi ini benar-benar untuk mereka yang telah hangus matang dibidang ini dan mendalami seluk beluk fotografi untuk waktu yang cukup lama. Uji kompetensi ini merupakan rekognisi pembelajaran lampau, dimana peserta uji kompetensi me-recall pengetahuan dan pengalaman mereka selama ini dalam sesi ujian teori dan praktik. Namun itu semua tidaklah cukup dan bahkan bisa hilang begitu saja di depan penguji, jika tidak diiringi dengan mental keprofesian yang mantap.

Walaupun uji kompetensi hanya sampai level 3, yang isinya merupakan kemampuan fotografi dasar individual non-tim, pembelajaran fotografi menyeluruh peserta uji kompetensi selama ini akan terlihat. Permasalahan mental yang belum siap akan menjadikan peserta gugup dan menjadi pembuka untuk melakukan kesalahan lebih lanjut. Disinilah pengalaman keprofesian berbicara, dan tentunya bukanlah masalah yang berarti bagi mereka yang sudah terbiasa menghadapi klien. Uji Kompetensi yang diadakan di Jambi 17 Oktober 2015 telah menguji level 3 dari 9 level KKNI.

Hasil kualifikasi ini adalah produk dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia berhadiah jaminan Negara terhadap kualifikasi lulusan Uji Kompetensi dan pengakuan atas pembelajaran sepanjang hayat dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Negara.

Dengan memiliki Sertifikasi Kompetensi, nantinya mereka bisa mengerjakan proyek pemotretan yang menggunakan dana anggaran negara/pemerintah,
mengerjakan proyek pemotretan dari perusahaan yang menerapkan ISO,
menjadi instruktur di Lembaga Kursus dan Pelatihan terdaftar.

Hal tersebut merupakan penerapan dari PP No. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan Permenakertrans No. 8 tahun 2012 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, yang diperkuat lagi dengan Undang-Undang No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian yang ditekankan pada pasal 19 ayat 2 bahwa Tenaga teknis paling sedikit memiliki kompetensi teknis yang sesuai dengan SKKNI dibidangnya. Aturan aturan yang telah dibuat tersebut tentunya bukan sekedar aturan yang mempersulit dan mempersempit ruang gerak, melainkan sebagai fasilitas untuk menjadi wirausaha yang berkarakter dan bermental kewirausahaan, seperti yang disinggung pada Undang-Undang No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian pasal 17 ayat 1.

Bukan hanya Negara dan perusahaan-perusahaan ber-ISO, bahkan masyarakat luas adalah pengguna jasa fotografi yang selalu membuka mata dan telinga terhadap perkembangan yang selalu terjadi. Bukan tidak mungkin jika nantinya masyarakat/perorangan yang telah teredukasi akan mensyaratkan sertifikasi kompetensi sebagai jaminan awal atas pekerjaan yang akan mereka berikan.

Tantangan Uji Kompetensi ini adalah jembatan yang akan menghantarkan iklim dunia usaha yang baru dan lebih kompetitif serta mengangkat harkat keprofesian secara luas. Bagi mereka yang membutuhkan harus mempersiapkan diri lebih dari sekedar bagaimana mereka menghadapi klien dan bukan hanya sekedar hafalan dari buku atapun tutorial yang mengajarkan secara instan.

Maju Fotografi Indonesia, #‎becertified

Ade Yolvi, Penguji Kompetensi dan Pengajar Magnus Pictures Palembang (nilek in progress :D))

Uncategorized

Uji Kompetensi Fotografi Level 3 Jambi-Riau

12143128_1676826715866282_1458617640360824678_n12111948_1676804815868472_7615255640654715524_n1536576_1676826602532960_3976739109349802712_n11216812_1676827939199493_5915239795630750138_nTelah dilaksanakan uji kompetensi level 3 untuk Pengurus Daerah Jambi dan Riau (17/10, 2015), dan dibuka langsung ole Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Formal dan Informal, Ibu Dra. Liyarudfa, Mpd., dan didampingi oleh Dayu Agi Saputra dari Pengda Jambi. Uji tulis dan praktek ini dilaksanakan di Fresco Photo Learn, Jambi, yang ditunjuk oleh Leskofi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK).Terdapat 23 peserta uji yang berasal dari Kabupaten dan Kota se-Provinsi Jambi dan Riau, bergabung menyelesaikan ujian tertulis dan praktek, selama dua hari berturut-turut dari 17 hingga 18 Oktober 2015. Diuji oleh master penguji yang telah tersertifikasi sebelumnya; Harry Reinaldi (ketua harian APFI Pusat), Ade Yolvi (APFI Sumatera Selatan), Julian Situmpul (APFI Riau), Simon Abdurahman (APFI Lampung).

Uji kompetensi ini dilaksanakan serentak di Penda Kab/Kota Bandung, Jambi-Riau dan Lampung, yang dilaksanakan dua gelombang, 17 dan 24 Oktober 2015. Kegiatan ini merupakan uji kompetensi pertama dalam catatan sejarah fotografi di Indonesia, merespon kesiapan dan menyambut MEA 2015, sebagai pintu masuk kompetisi global. Diharapkan para peserta uji siap mengangkat profesionalisme profesi fotografi di Indonesia, untuk siap bersaing di Asean hingga global. (admin)