Uncategorized

Tempat Uji Kompetensi Fotografi Leskofi

SAE (Bandung), Tempat Kursus dan Pelatihan Fotografi, Jalan Waruga Jaya 8B Ciwaruga, Bandung. Tlp. 022.2003141

FRESCO, Jl. A. Thalib Karya 14, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanai, Provinsi Jambi. Tlp. 082181350150

SIMON FOTOGRAFI, Jl. Bunga Sedap Malam Raya 79, Perumnas Way Kadis, Tanjung Senang, Bandar Lampung. Tlp. 081366425825

LKP P3TV, Kawasan Hasanuddin Comercial Centre 8A, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 9, Makassar, Sulawesi Selatan, Tlp. 0411.4772800

KAMPUS LP3I Banjarmasin, Jalan Soetoyo A Nomor 197, Teluk Dalam Banjarmasin 70115. Tlp. 0511.4417, 4417151

Uncategorized

Uji Kompetensi Fotografi Level 3 Jambi-Riau

12143128_1676826715866282_1458617640360824678_n12111948_1676804815868472_7615255640654715524_n1536576_1676826602532960_3976739109349802712_n11216812_1676827939199493_5915239795630750138_nTelah dilaksanakan uji kompetensi level 3 untuk Pengurus Daerah Jambi dan Riau (17/10, 2015), dan dibuka langsung ole Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Formal dan Informal, Ibu Dra. Liyarudfa, Mpd., dan didampingi oleh Dayu Agi Saputra dari Pengda Jambi. Uji tulis dan praktek ini dilaksanakan di Fresco Photo Learn, Jambi, yang ditunjuk oleh Leskofi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK).Terdapat 23 peserta uji yang berasal dari Kabupaten dan Kota se-Provinsi Jambi dan Riau, bergabung menyelesaikan ujian tertulis dan praktek, selama dua hari berturut-turut dari 17 hingga 18 Oktober 2015. Diuji oleh master penguji yang telah tersertifikasi sebelumnya; Harry Reinaldi (ketua harian APFI Pusat), Ade Yolvi (APFI Sumatera Selatan), Julian Situmpul (APFI Riau), Simon Abdurahman (APFI Lampung).

Uji kompetensi ini dilaksanakan serentak di Penda Kab/Kota Bandung, Jambi-Riau dan Lampung, yang dilaksanakan dua gelombang, 17 dan 24 Oktober 2015. Kegiatan ini merupakan uji kompetensi pertama dalam catatan sejarah fotografi di Indonesia, merespon kesiapan dan menyambut MEA 2015, sebagai pintu masuk kompetisi global. Diharapkan para peserta uji siap mengangkat profesionalisme profesi fotografi di Indonesia, untuk siap bersaing di Asean hingga global. (admin)

Uncategorized

Uji Kompetensi Fotografi Level 3 APFI Pusat

DSC_3136

DSC_3114

DSC_3103

DSC_3101Kegiatan uji kompetensi yang dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Inova School of Photography di Bandung (17/10, 2015), jalan Dangdanggula 8 Turangga, Bandung. Diikuti oleh 18 peserta yang tersebar dari Bandung, Tanggerang dan Bogor. Diantaranya Nandang (Ketua Leskofi), Riadi Rahardja (Ketua Umum APFI), Deni Sugandi (Sekretaris APFI), Inna Dewiyana (Bendahara Leskofi), Ivan Arsiandi (Sekretaris Leskofi), Ari Angin (Pengurus APFI Pusat), Adhi Rachadian (pengurus Leskofi), Ridha Kusumabrata (Penguji, anggota APFI), Agus Muharam, Bayu, Lestari Peranginangin (pengurus APFI Pusat).

Uji ini dilaksanakan oleh Leskofi yang diketuai Nandang Rukanda selaku ketua, Inna Dewiyana sebagai pengawas (Leskofi), Ivan Arsiandi (sekretaris Leskofi), dan diuji oleh master penguji Imam Hartoyo dan Sjuaibun Iljas. Berikutnya akan dilaksanakan gelombang kedua (24/10, 2015), diantaranya diikuti oleh 24 profesional fotografer di kota Bandung hingga Papua, diantaranya Ricky, Yanna, Irfak (APFI Papua, Jayapura), Ariwibawa, Ramdhan, Suwignyo, Paulus, Faizal, Bobby, Ferry, Ivan Catur, Edris, Sandi Widjaya, Maryanto, Agung, Hiangji dan Julius Tomasowa. (admin)

Uncategorized

Seputar Uji Kompetensi

Berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku di negara Indonesia kita ini, (UU 20/2003; UU 14/2005; UU 12/2012; UU 3/2014; PP sekian sekian sekian…) pengakuan kompetensi seseorang dilakukan melalui ujian atau sertifikasi. Lembaga yang bertanggungjawab dan berwenang melaksanakan ujian tersebut harus berada di bawah Organisasi/Asosiasi Profesi.
Alhamdulillah bidang fotografi Indonesia telah memiliki Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI), yang telah memiliki Pengurus, Anggota, AD ART, Akta Notaris, hingga Lembar Pengakuan dari Kemenkumham RI. Dari beberapa kegiatan, APFI telah bertatap muka dengan rekan pelaku fotografi dari 23 Provinsi, termasuk dari Papua, dan si bungsu Kalimantan Utara. Hingga hari ini, APFI telah memiliki 7 Pengda (1 Jawa Barat, 2 Jambi, 3 Riau, 4 NTB, 5 Lampung, 6 Sumsel, dan 7 Sulsel). Info terbaru dari Banjarmasin, telah dibentuk tim inisiasi untuk pembentukan Pengda Kalsel.
Untuk mewujudkan salah satu misinya, APFI telah membentuk tim pendirian Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia (disingkat LESKOFI). Beberapa dokumen pun telah diserahkan kepada Kementerian terkait untuk dibuatkan SK-nya. APFI dan LESKOFI telah melakukan beberapa pertemuan dengan lembaga negara, salah satunya Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), untuk bersilaturahim dan menyosialisasikan APFI dan LESKOFI. Pihak BEKRAF siap membantu, mengarahkan, dan mendukung kemajuan APFI dan LESKOFI. BEKRAF juga berharap APFI dan LESKOFI bisa menjadi contoh untuk bidang profesi lain yang akan merintis asosiasi dan lembaga sertifikasi, serta upaya melakukan peningkatan kualitas SDM di bidang masing-masing.
Sesuai Peraturan Pemerintah, di Indonesia hanya ada 1 lembaga sertifikasi untuk tiap bidang usaha/profesi yang terdata dalam buku Kualifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLU). Nantinya akan ada minimal 1 Tempat Uji Kompetensi (TUK) di setiap kota. Memang ada beberapa bidang usaha/profesi yang telaf memiliki lebih dari 1 lembaga sertifikasi. Situasi ini semata-mata dikarenakan sebelum tahun 2012, Indonesia belum meniliki Kerangka Kualifikasi Nasional. Oleh sebab itu ada beberapa bidang yang membuat standar kompetensi kerja yang berbeda.
Melalui UU 12/2012, dan PP 8/2012, telah ditetapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yang terdiri dari 9 level. Level kompetensi ini bertujuan untuk membuat kesetaraan di berbagai bidang profesi di Indonesia. Apapun jalur pendidikannya, nonformal (kursus dan pelatihan) dan informal (otodidak), maupun pendidikan formal, semua bisa disetarakan melalui KKNI. Hal ini dimungkinkan karena di dalam KKNI menganut Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL, atau Recognition of Prior Learning) dari jalur pendidikan manapun.
Dalam waktu dekat ini akan terjadi pertemuan antara beberapa Kementerian terkait (Kemnaker, Kemdikbud, dll) dengan beberapa badan sertifikasi/standarisasi nasional di Indonesia (Badan Nasional Sertifikasi Profesi/BNSP, Badan Standarisasi Nasional Pendidikan/BSNP, dan badan lainnya), Tujuannya untuk menerapkan dengan sungguh-sungguh KKNI, agar bisa meminimalisir standar ganda untuk kompetensi profesi di berbagai bidang kerja di Indonesia.
Dari deskripsi 9 level yang ada di dalam KKNI, APFI telah menyusun 2 SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), sesuai Permenakertrans (saya lupa nomer dan tahunnya), yaitu untuk Level 3 (setara Diploma 1) dan Level 5 (setara Diploma 3). Saat ini SKKNI Bidang Forografi telah di-SK-kan oleh Menaker.
Dari SKKNI, diadaptasi menjadi Materi Uji Kompetensi (MUK). Draft-nya adalah yang digunakan pada kegiatan Pembekalan dan Ujian untuk Calon Penguji Lembaga Sertifikasi, pertengahan Mei yang lalu di Ungaran, Kab.Semarang. Saat ini draft MUK tersebut sedang dalam tahap verifikasi.
Informasi lain yang tidak kalah menarik, di Indonesia ada 7 kampus pendidikan tinggi formal yang memiliki Program Studi Fotografi (6 S1, 1 D3). Perwakilan dari ketujuh kampus tersebut terlibat dalam perumusan SKKNI bidang fotografi sejak April tahun 2014. Beberapa pertemuan dalam kegiatan perumusan SKKNI tersebut dimanfaatkan untuk membentuk Asosiasi Prodi Fotografi Indonesia. Pada Januari 2015, akhirnya dideklarasikan pendiriannya dengan nama SOFIA. Tugas pertama SOFIA adalah mengadaptasi SKKNI dan juga KKNI ke dalam draft Kurikulum Nasional prodi Fotografi Indonesia. Tahun ini, hampir semua anggota SOFIA akan dan harus melakukan pemutakhiran kurikulum agar sesuai dengan deskripsi KKNI level 5 (setara D3) dan level 6 (setara D4/S1).

Semoga keharmonisan ini janganlah cepat berakhir….. Demi fotografi Indonesia di tanah air, dan AsTeng, dan Asia, dan dunia!

Uncategorized

Jalan Menuju SKKNI

20 Nov 2007 > Kesepakatan untuk membentuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015
PP No.8 Tahun 2012 > Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Permenakertrans No.8 Tahun 2012 > Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
Permenakertrans No.128/Lattas/II/201 > Tata Cara Verifikasi SKKNI
Permenakertrans No.189/Lattas/##/2013 > Tata Cara Penulisan SKKNI
SK Kemendikbud No.###/2014 > Tim Perumus SKKNI Bidang Fotografi
24 Juni 2014 > Deklarasi Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI)
Oktober 2014 > Legalitas APFI (oleh Notaris), untuk dicatatkan di Kemendikbud, Kemenakertrans, Kemendagri, Kemenparekraf, Keminfo, Kemenkop&UKM, dan Kementerian terkait lainnya.
November 2014 > Pembentukan Pengda dan Pengcab lebih banyak, sebagai penyambung lidah untuk menyosialisasikan APFI, Sertifikasi, dan Program Kerja APFI lainnya.
Desember 2014 > Pelatihan Calon Asesor dan Calon Master Asesor Bidang Fotografi.
Januari 2015 > Pendirian Lembaga Sertifikasi Kompetensi, dan Tempat Uji Kompetensi.
Februari 2015 > Sertifikasi dilaksanakan